Sejarah Kelurahan Campurejo


Kelurahan Campurejo merupakan kelurahan yang berada di sebelah barat dalam wilayah Kota Kediri, dan menjadi salah satu dari 14 kelurahan yang berada di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.

Kelurahan Campurejo pada awalnya merupakan dua buah Dukuh yaitu Dukuh Klepek dan Semanding yang kemudian digabungkan menjadi satu. Dukuh Klepek merupakan bagian yang berda di wilayah Timur, sedangkan Dukuh Semanding merupakan bagian yang berada di sebelah Barat. Pada setiap wilayah tersebut memiliki tetua atau tokoh adat yang dihormati. Dimana pada Dusun Klepek memiliki tokoh adat yang bernama Mbah Jolali dan Mbah Trogito, dan pada Dusun Semanding memiliki tokoh adat yang bernama Mbah Renco dan Mbah Sorejo.

Berdasarkan keterangan salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Campurejo, kedua Dukuh tersebut kemudian bergabung menjadi satu pemerintahan yang diberi nama Campurejo. Terkait makna pemilihan nama "Campurejo" tersebut, dipahami berasal dari penggabungan kedua Dukuh yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan sebutan "campur" dan harapan untuk kemakmuran serta kesejahteraan setelah digabungnya kedua Dukuh tersebut untuk banyak warga yang dalam Bahasa Jawa disebut dengan "rejo", sehingga bila digabungkan menjadi Campurejo.

Setelah beralih nama menjadi Campurejo, kelurahan ini dipimpin oleh Pak Kaserin Kartomiharjo selama 29 tahun yang dimulai pada tahun 1944 - 1973.

Keempat tokoh adat yang menjadi tokoh yang mengawali pembentukan Kelurahan Campurejo sangat dihormati oleh masyarakat. Tokoh-tokoh tersebut dimakamkan di tempat-tempat yang berbeda, dimana Mbah Jolali dimakamkan di wilayah RT 11, Mbah Trogito dimakamkan di wilayah RT 10, Mbah Renco dimakamkan di wilayah RT 16, dan Mbah Sorejo dimakamkan di wilayah RT 14.

Sesuai dengan data administratif, Kelurahan Campurejo berbatasan dengan:
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Pojok
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Tamanan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Lirboyo
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Semen